MINI RISET TENTANG M. MUFID

 

MINI RISET TENTANG M. MUFID

Disusun Guna Memenuhi Tugas Ujian Akhir Semester

Mata Kuliah : Studi Tokoh Pendidikan Islam

Dosen Pengampu : M. Sugeng Sholehuddin, Dr.,M.Ag

 



Disusun Oleh:

Dwi Wulandari                        (2021116038)

Kelas B

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PEKALONGAN

2019

 

 

A.    Biografi M. Mufid

Terlahir dengan nama M. Mufid pada hari senin paing tanggal 16 maret 1987 di Proto Kedungwuni kabupaten pekalongan jawa tengah. Silsilah dari orangtua jalur ibu, ibu nasriyah putrinya pak syarif da’un, dari pak syarif da’un inilah dari keluarga ibu karakter pendidikan sudah melekat, dan ini dibuktikan oleh simbah pada waktu semasa hidupnya berjuang membangun madrasah-madrasah pendidikan islam antara lain membangun pondok pesantren, TPQ, dan bangun madrasah formal dari tingkat MSI, MTs, dan MA dari jalur simbah inilah dekat dengan kehidupan di pesantren karena rata-rata disuruh merantau untuk mencari ilmu agama.

Dari jalur bapak, bapak slamet imron putra dari bapak utsman di kota medono sebagai saudagar batik, pada waktu itu beliau tidak sedikit sudah memiliki pabrik dan karyawan yang pada zamannya menjadi icon penting dikota pekalongan dari inilah sehingga mulai berkarya dan diteruskan oleh M. Mufid.

M. Mufid ini pendidikannya mulai dari MI di medono di samping sekolah formal MSI 08 di suruh oleh orangtua untuk mengikuti pengajian di pondok pesantren al-mubarok asuhan Pak Kyai latif sekarang yang meneruskan pak kyai Zakaria, setelah sekolah MI selesai, beliau pindah ikut simbah di kedungwuni proto untuk melanjutkan pendidikan formal MTs dan MA dan juga belajar ilmu pesantren dan disini mendalami ilmu-ilmu al-Qur’an dan dari sinilah didikan simbah bisa selesai untuk menghatamkan Al-Qur’an kelas XI MA dan juga selesai Madrasah Aliyah.

B.     Setting Sosial

1.      Factor Internal

Silsilah dari orangtua jalur ibu, ibu nasriyah putrinya pak syarif da’un, dari pak syarif da’un inilah dari keluarga ibu karakter pendidikan sudah melekat, dan ini dibuktikan oleh simbah pada waktu semasa hidupnya berjuang membangun madrasah-madrasah pendidikan islam antara lain membangun pondok pesantren, TPQ, dan bangun madrasah formal dari tingkat MSI, MTs, dan MA dari jalur simbah inilah dekat dengan kehidupan di pesantren karena rata-rata disuruh merantau untuk mencari ilmu agama.

Dari jalur bapak, bapak slamet imron putra dari bapak utsman di kota medono sebagai saudagar batik, pada waktu itu bapak tidak sedikit sudah memiliki pabrik dan karyawan yang pada zamannya menjadi icon penting dikota pekalongan dari inilah sehingga mulai berkarya dan diteruskan oleh M. Mufid.

 

2.      Factor Eksternal

setelah lulus dilanjutkan merantau ke jombang tebu ireng, pesantren pendiri organisasi NU (Nahdatul Ulama) Syekh Al-Hasyim Asyari disana salah satu cabang pesantrennya dipimpin oleh Daarul Falah asuhannya Gus subeh, di daarul falah inilah beliau mendalami ilmu kitab dan ilmu alqur’an dan melanjutkan studi S1 mengambil jurusan Hukum Islam setelah selesai S1 beliau kembali lagi mendalami ilmu al-qur’an ke pondok Daarul Qur’an yang masih sama satu wilayah tapi berbeda Gus dan Kyai. Dan dilanjutkan studi S2 selama kurang lebih 2 tahun lamanya.

 

C.    Metode dan Teori

1.      Metode

Setelah menimba ilmu kemudian beliau pulang ke proto kedungwuni ikut membantu mengajar di pondok Tahfidzil Qur’an salafiyah safi’iyah milik kakeknya yang sudah lama meninggal dan sekarang lanjutkan oleh pamannya yaitu abdul basit, dari situlah beliau mulai membantu pengajaran di pondok pesantren untuk kegiatan paginya mengajar di Madrasah Aliyah (MA) salafiyah safi’iyah proto.

Sekitar 2013 inilah beliau mulai aktivitas mengajar pendidikan formal dan di pondok pesantren, dari sini beliau mulai mendalami tentang materi-materi karena ketepatan S2 beliau mengambil Manajemen Kurikulum Pendidikan Islam, dari sini harapan beliau bisa andil dalam melihat bagaimana kurikulum Pendidikan Islam dengan Pendidikan Umum.

 

2.      Teori

Setelah tahun 2013-2014 inilah madrasah-madrasah dibawah kemenag (kementrian agama) dituntut untuk memiliki program unggulan dari sini beliau diajak dan diamanahi karena dinggap mampu untuk memberikan konsep di Madrasah Aliyah dan beliau ikut membantu yang mana membuat program unggulan Madrasah Aliyah yang sesuai dengan karakter desa, karena desa tersebut tempat penghafal Al-Qur’an dan mencetus program unggulan dan disetujui oleh yayasan dan guru-guru lainnya, dan membuat konsep program Tahfidzul Qur’an.

 

D.    Ide Pokok Pemikiran

Beliau membuat program Tahfidzul Qur’an, program ini bukan semata-mata sebagai simbolis artinya punya latar belakang yang kuat kenapa memberanikan diri untuk membuat program tersebut, salah satunya banyaknya siswa Aliyah yang menjebatani rata-rata siswa pondok pesantren Tahfidzul Qur’an yang rata-rata dapat menyelesaikan tamat Aliyah dan tamat Ta’fidzul Qur’an. Dan dalam bidang kompetensi Tilawah Qur’an, Tahfidzul Qur’an, dan Qiroatul Qur’an Alhamdulilah tidak sedikit bahkan menjadi juara umum dalam tingkat kabupaten. Dan dari sinilah di anggap kuat karakternya dan membuat langkah program Tahfidzul Qur’an.

Pada tahun 2017 beliau mendapatkan sebuah amanah untuk mendata jumblah warga desa proto kedungwuni karena sudah lama sudah terbentuk banyak yang menghafal, beliau mendata kurang lebih yang hafal Al-Qur’an berjumblah 134 orang. Satu sisi itulah anugrah yang luar biasa, disisi lain secara kebijakan khususnya pak bupati melirik bahwa itu adalah suatu potensi yang sangat penting dan dari situ beliau dengan bupati berdialog dari situlah beliau menyerahkan data, dan desa proto diberi penghargaan yaitu desa yang berpotensi, dan dari sini desa tersebut digelar menjadi kampung Tarbiyatul Qur’an yang sebelumnya bernama desa kampung Qur’an.

 

E.     Analisis Tokoh

1.      Analisis To Past

Pada 2013 beliau mendapatkan amanah dari depag (Depatermen Agama) Madrasah untuk memiliki karakter ciri khas program unggulan masing-masing madrasah, nah dari tahun inilah mulai tampak kegelisahan-kegelisahan di Madrasah Aliyah (MA) salafiyah safi’iyah proto. Maksud dari kegelisahan tersebut masih menemukan formula yang tepat artinya apa keunggulan dari Madrasah tersebut, kemudian beliau diberi amanah oleh kepala sekolah untuk mencari bentuk beserta membuat draf sebagai ketua coordinator, disini beliau membuat program Tahfidzul Qur’an.

Satu sisi beliau masih belajar yang masih membutuhkan referensi kemudian beliau dan rekan-rekan melakukan study banding khususnya yang sudah berjalan program Tahfidzul Qur’annya dikali bening kepada Gus Ab penerus Mbah Kyai Muntaha, dari sini beliau dan rekan-rekan mencari referensi dan pengetahuan mengenai Tahfidzul Qur’an karna setiap siswa memiliki karakter yang berbeda maka dari itu harus tepat dan sesuai dalam membuat program.

2.      Analisis To Now

Beliau mengajar pada tahun 2013 di Madrasah Aliyah (MA) salafiyah safi’iyah proto, kemudian pada tahun 2015 beliau mengundurkan diri dari (MA) salafiyah safi’iyah proto perihal beliau diangkat menjadi dosen tetap di kampus IAIN Pekalongan bukan PNS, mengundurkan diri disini agar beliau focus mengajar pada salah satunya. Selain itu beliau aktif di organisasi dalam naungan NU (Nahdatul Ulama), mengikuti PAC di kecamatan, GB Anshar, disamping itu beliau mengikuti Lembaga bashul Masail PC. 

3.      Analisis To Future

Pak M. Mufid ini hingga detik ini masih tetap terus megajar di IAIN Pekalongan, selain mengajar beliau pun hingga sekarang terus dan tetap aktif diberbagai organisasi, tak hanya itu, walaupun beliau aktif mengajar dan aktif diorganisasi tapi beliau tetap tawadhu dan tidak arrogant, beliau masih tetap belajar dan bersowan (berkunjung) kepada guru-gurunya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan Populer