MAKALAHKOMPETENSI PENDIDIK
KOMPETENSI PENDIDIK
Disusun guna memenuhi tugas
Mata Kuliah: Tafsir Tarbawi
Dosen Pengampu: Heriyanto, M.S.I
Disusun Oleh:
1. Dwi Wulandari (2021116038)
Kelas H
FAKULTAS TARBIYAH & ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
PEKALONGAN
2017
A. PENGERTIAN KOMPETENSI PENDIDIK
Kompetensi pendidik ialah istilah yang mengacu kepada kecakapan atau kemampuan para guru yang mendukung pelaksanaan tugasnya. Secara professional, kompetensi pendidik meliputi kompetensi akademik/professional yang terkait bidang keahlian ilmu yang akan diajarkannya,kompetensi pedagogic yang terkait dengan kemampuan menyampaikan ilmu tersebut secara efektif dan efisien. Kompetensi kepribadian yang terkait dengan akhlak dan kepribadian pendidik, dan kompetensi sosial yang terkait dengan kemampuan guru dalam membangun kom petensi, interaksi, dan kerjasama dengan masyarakat serta mendayagunakannya untuk keperluan pendidikan. Dengan berbagai kompetensi tersebut, maka seorang guru akan dapat melaksanakan tugasnya secara professional.[1]
B. AYAT-AYAT DAN TERJEMAHAN
Surah Al-Baqarah ayat 129
رَ بَنَا وَ ا بْعَثُ فِيْهِم رَ سُو لٌا مِنْهُمْ يَتْلوا عَليْهِم ءَ ايَتِكَ وَ يُعَلِمُهُم ا لكِتَبَ وَ الحِكْمَة َوَيُزَكِهِمْ انَكَ اَنْتَ العَز يْز الحَكِيْم
“ Ya Tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang rosul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Mu dan mengajarkan kitab dan hikmah kepada mereka, dan menyucikan mereka. Sungguh, engkaulah yang maha perkasa, maha bijaksana.”[2]
Tafsirayat
Pertama, yatluala yhima yatika ( membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu . artinya, seorang guru tuntut agar dapat meyingkat fenomena kebesaran Allah yang terdapat dalam materi yang diajarkanya , sehingga para peserta didik dapat memahaminya dan mengikuti pesan-pesan yang terkandung di dalamnya.
Surah al-imran ayat 164
لَقَدْ مَنّ اَ للهُ عَلىَ اَلْمُؤْ مِنِيْنَ اَ بْعَثُ فِيْهِمْ رَ سُؤلاً مِنْ اَنْفُسِهِمْ يَتْلُؤ ا عَلَيْهِمْ ءَاَيَتِهِ ؤَيُزَ كِيْهِمْ ؤَيُعَلِمُهُم ْاَلْكِتَبَ ؤَاْلحِكْمَةَ وَاِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِىْضَلَلِ مُبِيْنَ [3]
Kedua, yualihim al-kitabwa al-hikma mengajarkan kepada para peserta didik pesan-pesan normative yang terkandung dalam kitab suci. Pesan-pesan tersebut berupa risalah ilahiah, yang meliputi keimanan, ahlak, dari hukum yang mesti dipatuhi untuk kepentingan manusia dalam menjalani kehidupan di dunia dan menghadapi kehidupan diakhirat .
Surah al jumuah ayat 2
هُوَ ا لَذِّ ى بَعَثَ فِى الا مين رَ سُوْ لاَ مِنْهُم يَتْلُو ا عَلَيْهِ ءَا يَتِهِ وَ يُزَكِيْهِمْ وَ يُعَلِمُهُمْ ا لكُتُبِ وَ ا لحِكْمَةِ وَاِ نْ كَا نُو ا مِن قَبْلُ لَفِى ضَلَلِ مُبِيْن
“ Dialah yang mengutus seorang rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan ayat-ayat-Nya, mensucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah (sunnah) meskipun sebelunya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”[4]
Ketiga, yuzakihim. Mendidik tidakhanya berkewajiban ilmu pengetahuan, tetapi juga harus membangun moral dan atau membersihkan peserta didiknya dari sifat dan perilaku tercela.
Itulah tiga hal yang menjadi tugas guru. Setiap guru, apapun matapel ajaran yang mereka ajarkan, mempunyai kewajiban melaksanakan ketiga hal diatas. Para guru mesti dapat menyingkap dan mebuka peserta didik untuk melihat fenomena ketuhanan yang terdapat dalam mata pelajaran yang mereka ajarkan. Tanda-tanda kebesaran Allah yang terdapat dalam materi pelajaran mesti pula dirangkai dan disinergikan dengan pesan-pesan ilahiyah yang tertulis dalam kitab suci-Nya. Dengan demikian, hal itu dapat membangun akhlak mulia para peserta didik. Oleh karena itu, menanm dan membangun akidah tauhid serta akhlak mulia tidak hanya tugas guru agama tetapi juga menjadi tugas guru lainnya.[5]
C. KOMPETENSI GURU MENURUT PARA ULAMA
Menurut imam Mawardi mengatakan guru merupakan orang yang memiliki keutamaan dari ilmu yang di miliki, yang akan selalu berkembang dan memberikannya manfaat dan kebaikan kepada pemiliknya. Berkenaan dengan guru ini, imam al-mawardi berpendapat bahwa guru merupakan orang yang mempunyai kedudukan yang tinggi di antara yang lainnya, yang diakibatkan karena ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya.
Imam al-mawardi juga menyebutkan beberapa hal yang harus dimiliki oleh seorang guru diantaranya :
Memiliki sikap Tawadhu dan tidak sombong. Dapat diketahui bahwa seorang pendidik haruslah mempunyai sifat-sifat yang baik salah satunya berupa tawadhu (rendah hati) dan tidak ujub atau sombong. Karena dengan adanya sifat demikian, akan timbul rasa simpatik yang timbul dari diri anak didik terhadap dirinya, sedangkan sifat sombong akan di jauhi anak didiknya. Kesombongan ini merupakan kecenderungan ulama karena ia merasasebagai orang yang berilmu akan tetapi rasulullah SAW melarang siapapun termasuk ulama Karena hal tersebut merupakan dosa yang dapat mengikis kebaikan yang ada pada dirinya.
Menurut An-Nahlawi mengemukakan bahwa hendaklah seorang guru adalah orang yang jujur terhadap apa yang mereka ajak terhadap orang lain, ciri kejujurannya adalah menerapkan ilmunya terhadap dirinya. Ketika ia menerapkan ilmunya terhadap amalnya maka anak didik pun akan mengikutinya baik segala ucapan maupun perbuatan.
Menurut Al-Arzanjani mengenai pendapat tersebut adalah hendaklah guru berbicara, mengajar dalm waku yang lama, banyak mengulangi pelajaran seperti yang dicontohkan Nabi SAW hingga tiga kali sekiranya itu merupakan hal yang penting.
Muhammad Mursi mengemukakan hendaklah seorang guru memperlakukan anak didiknya dalam kegiatan pembelajaran seperti ia memperlakukan anaknya sendiri.
Menurut Mulyasa sebagai motivator, artinya adalah bahwa guru harus dapat membuat anak didiknya termotivasi agar lebih giat dalam proses pembelajaran .seorang guru hendaklah menjadi seorang motivator untuk semua anak didiknya terlebih ketika peserta didiknya mengalami kesulitan dan masalah dalam proses pembelajaranya. Sehingga dengan sikap guru yang demikian diharapkan anak semakin terdorong untuk terus belajar ,Karena adakalanya motivasi dalam siswa ketika proses pembelajaran tidakhanya timbul dari anak didik.(motivasi instrinsik ) tetapi motivasi itu akan timbul dari luar atau ( motivasi ekstrinsik) gurulah yang dapat berperan .[6]
D. KOMENTAR
Pada kelompok kami meyimpulkan guru merupakan orang yang memiliki keutamaan dari ilmu yang di miliki, yang akan selalu berkembang dan memberikannya manfaat dan kebaikan kepada pemiliknya. Berkenaan dengan guru ini, imam al-mawardi berpendapat bahwa guru merupakan orang yang mempunyai kedudukan yang tinggi di antara yang lainnya, yang diakibatkan karena ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya
Hendaklah seorang guru memperlakukan anak didiknya dalam kegiatan pbelajaran seperti ia memperlakukan anaknya sendiri. Sehingga ketika dalam proses pembelajaran atau transfer ilmu akan berjalan dengan baik, murid merasa lebih nyaman dan seorang pendidik akan merasa lebih memiliki tanggung jawab pada peserta didiknya jika ia menganggapnya seperti anaknya sendiri.
Peserta didik juga harus memiliki keyakinan dan memiliki jiwa, fisik, dan mental yang baik. Karena berbagai tantangan dan tanggung jawab yang besar itu yang akan menghadapi kehidupannya. Seorang pendidik yang professional sudahlah pasti memiliki tanggung jawab untuk menularkan ilmu-ilmu pengetahuannya karena itu hal yang wajib yang di perintahkan oleh Allah SWT. Ketika seseorang memiliki ilmu pengetahuan orang tersebut memiliki tanggung jawab untuk mengamalkan ilmunya tersebut. Dengan demikian, maka seorang pendidik benar-benar berperan sangat besar dalam kelangsungn hidup manusia untuk mencerdaskan dan menambah wawasan bagi generasi-generasi yang akan datang.
Pendidik yang baik berkompetensi harus bisa menjadi contoh dan bisa mencontohkan peserta didiknya, dan sandaran pendidik yang sudah pasti menjadi suri tauladan adalah pada Nabi Muhammad SAW. bahwa ialah contoh pendidik yang luar biasa, perbuatannya, perkataanya, tingkah lakunya dalam mengajarkan umat Islam sehingga dapat berkembang besar dan menjadi guru terbaik sepanjang masa.
DAFTAR PUSTAKA
Nata, Abuddin. 2012. Pemikiran Pendidikan Islam. Jakarta : PT RAJAGRAFINDO PRAJA.
Yusuf, Kadar M. 2013. Tafsir Tarbawi Pesan-Pesan Al-Qur’an Tentang Pendidikan. Jakarta: AMZAH.
Sabilasaif.blogspot.com,diakses pada tanggal 30 oktober 2017,pukul 16.00 WIB.
Q.S. Al-Baqarah. 129.
Q.S AL-IMRAN 164
Q.S. AL-Jumuah ayat 2

Komentar
Posting Komentar